Memilih Mainan Edukasi Untuk Anak Balita Berumur 0-3 Tahun

Usia 0-3 tahun termasuk periode emas perkembangan dan pertumbuhan anak. Untuk itu apa saja yang terjadi dan ada di sekitar anak pada saat itu akan berpengaruh ke depannya, termasuk dalam hal mainan.

Makanya, ketika memilih mainan edukatif anak usia 1-3 tahun, harus jeli dan teliti. Sebagai orang tua akan lebih baik jika anda mempertimbangkan banyak aspek sebelum memberikan anak mainan. Mainan dinosaurus merupakan rekomendasi terbaik untuk mainan buah hati.

Tidak ada salahnya juga mencari informasi detail mengenai hal ini. Sebagai tambahan, membaca tips memilih mainan edukasi untuk anak usia 0-3 tahun juga akan membantu seperti di bawah ini :

Belajar problem solving dan eksplorasi bagi anak bisa dengan bermain melalui mainan yang ia mainkan. Tentunya ketika anak bermain, sebaiknya didampingi dan tidak ditinggal tanpa pengawasan. Ada tipe permainan yang yang cocok untuk mengembangkan kemampuan problem solving dan eksplorasi anak. Permainan tersebut adalah puzzle, maze, bongkar pasang, dan tangram.

Memilih Mainan Edukasi Untuk Anak Balita Berumur 0-3 Tahun

Puzzle

Tentunya anda tidak asing dengan puzzle bukan? Mainan ini hadir dengan berbagai tingkat kesulitan untuk berbagai usia. Sepertinya dari anak-anak hingga dewasa mungkin memiliki set puzzle favoritnya sendiri.

Ketika bermain puzzle anak akan berpikir mana kira-kira pasangan yang cocok. Mana bagian yang seharusnya diletakkan di posisi yang tepat, dan mana yang tidak tepat. Pada saat ini tentunya kemampuan anak untuk menyelesaikan problem yang dihadapi meningkat, begitu pula eksplorasi tiap bagian puzzle.


Maze

Sama halnya dengan puzzle, maze juga merupakan sebuah mainan yang memiliki banyak tingkatan. Bahkan, maze memiliki versi sangat besar yang disebut sebagai labirin. Permainan maze yang dipertuntukan untuk anak-anak tentunya tidak sulit.

Dari pada menemukan jalan keluar dengan cepat, proses bagaimana anak dapat menemukan jalanlah yang di tuju. Selama proses ini digunakan berbagai macam warna untuk sekaligus membuat anak belajar mengenai warna. Objek yang dijadikan maze juga bisa sekalian digunakan sebagai ajang belajar anak.


Bongkar Pasang

Permainan bongkar pasang, blok, atau lebih dikenal dengan lego sekali lagi merupakan jenis mainan universal. Ini artinya bukan hanya anak saja yang senang dan bisa memainkannya tetapi, lebih kepada semua usia. Selain problem solving, permainan bongkar pasang juga mengeksplor daya imajinasi dan kreativitas anak.


Tangram

Tangram atau puzzle china merupakan permainan yang juga mengasah aspek kognitif dan kecerdasan anak. Biasanya permainan ini dimainkan oleh anak yang sudah cukup besar atau memasuki masa pendidikan anak usia dini. Selama bermain permainan dari keping geometri ini, anak akan belajar mengenai warna, bahasa, dan bentuk.


Mainan yang Mampu Merangsang Anak Berimajinasi

Memasuki usia 3 tahun, kemampuan anak dalam berimajinasi dan juga kreativitas meningkat. Pada usia ini ia sudah mulai bisa bermain peran seperti mengandaikan dirinya menjadi seseorang. Hal ini tidak buruk sama sekali karena, membuktikan bahwa imajinasi anak mulai berkembang.

Untuk merangsang daya imajinasi anak supaya lebih berkembang lagi, ada permainan sederhana yang bisa dimainkan.  Bermain peran, seperti yang sudah disinggung di atas bermain menjadi orang lain bisa merangsang imajinasi anak. Permainan tersebut juga sekaligus bisa membuat kemampuan sosial dan bahasa anak meningkat.

Pasalnya, ketika bermain peran anak juga akan berusaha meniru perilaku dan gaya bahasa yang ia tiru. Misalnya saja dokter, dari sikap, gaya bahasa, dan nada suaranya juga pasti akan ikut berubah. Kemudian, saat memainkan ini, anak biasanya memanfaatkan benda yang ada untuk dianggap sebagai benda yang peran tersebut butuhkan.

Dalam contoh ini misalnya menganggap pensil sebagai alat suntik. Mobil-mobilan, bermain mobil-mobilan konsepnya hampir mirip seperti bermain peran. Hanya saja pada poin ini khusus yang berhubungan dengan jenis mobil yang dimainkan anak. Misalnya mobil balap, biasanya anak akan bermain seolah-olah dia adalah pembalap.

Boneka Tangan, untuk boneka tangan, peran orang tua atau dewasa di sekitar anak lebih menonjol. Boneka ini sebagai alat bantu bercerita supaya anak dapat membayangkan kejadian yang ada di cerita. Misalnya saja mengenai raja hutan, maka untuk mengenal seperti apa singa, digunakanlah boneka tangan.


Author:

Facebook Comment